OKI Tolak Rencana Perdamaian yang Disusun Trump di Timteng

Foto: Bendera negara-negara anggota OKI. (Foto: Free Malaysia)

KIBLAT.NET, Jeddah – Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Selasa (04/02/2020), menolak rencana Presiden AS Donald Trump untuk perdamaian di Timur Tengah. OKI menilai, rencana itu bias dan mengadopsi narasi Israel dari konflik.

Organisasi yang meliputi 57 negara tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dalam bahasa Inggris, setelah pertemuan darurat para menteri luar negeri anggota, bahwa mereka “menolak rencana Amerika-Israel ini karena tidak memenuhi aspirasi minimum dan hak-hak sah rakyat Palestina.”

Lembaga yang bermarkas di Jeddah ini meminta semua anggotanya untuk tidak berurusan dengan rencana ini atau bekerja sama dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Amerika untuk mengimplementasikannya.

OKI menegaskan sentralitas perjuangan Palestina dan Al-Quds Al-Sharif pada intinya, kepada seluruh negara Islam dan menegaskan kembali karakter Arab dan Islam dari Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibukota abadi Negara Palestina.”

Pernyataan itu menambahkan, perdamaian dan keamanan di kawasan Timur Tengah sebagai opsi strategis akan dicapai hanya dengan mengakhiri pendudukan Israel dan memungkinkan rakyat Palestina untuk mengembalikan hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan kedaulatan di wilayah udara dan laut.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki mengatakan pada pembukaan pertemuan bahwa rencana itu tidak bisa disebut rencana perdamaian karena Palestina bukan bagian dari itu dan itu menghilangkan semua peluang untuk perdamaian.

BACA JUGA  Abaikan Corona, Tentara Israel Masih Tangkapi Warga Palestina

Liga Arab mengumumkan, setelah pertemuan darurat yang diadakan di tingkat menteri luar negeri di Kairo pada Sabtu, menolak kesepakatan Amerika-Israel, karena tidak memenuhi hak minimum dan aspirasi rakyat Palestina. Kesepakatan itu melanggar kerangka acuan proses perdamaian berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Mahathir Sarankan Trump untuk Mengundurkan Diri

Malaysia - Senin, 10/02/2020 14:37

Donald Trump Bebas dari Dakwaan Pemakzulan

Amerika - Kamis, 06/02/2020 15:26