HNW: Perusakan Musholla di Minahasa Tindakan Radikal

Foto: Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid. (Foto: Jundii)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid menyebut perusakan Musholla Al Hidayah, Agape, Minahasa adalah tindakan radikal. Ia pun berharap polisi berhasil menangkap aktor intelektualnya, bukan hanya pelaku perusakan saja.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan tersebut, kami berharap ada penegakan hukum yang seadil-adilnya dan seobyektif mungkin, jangan sampai yang ditangkap hanya kambing hitam, sedangkan otaknya tidak dapat sanksi hukum terhadal kesalahan yang dilakukan,” ujar HNW ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (04/02/2020).

HNW pun menuntut pemerintah berlaku adil dalam penyebutan dan penindakan perilaku radikal. Sejak dimulainya periode kedua pemerintahan Jokowi, Kabinet Indonesia Maju getol sekali mengemborkan frasa radikalisme. Menurut HNW perusakan Masjid Al Hidayah adalah perilaku brutal dan radikal.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya radikalisme yang seperti ini, kami menyesalkan juga bahwa pihak kemenag tidak berani mengatakan ini radikalisme,” ujarnya.

Menurutnya, Kemenag harus tampil di depan dan mengkoreksi adanya radikalisme yang ternyata bisa berkembang ke mana-mana, dan dari agama apapun.

Ia pun mengungkit adanya dua siswa SMP di Batam yang menolak menyanyikan lagu Indonesia raya karena menurut mereka ajaran yang diyakininya melarang itu.

“Tidak mau menghormati bendera, tidak berani disebut radikal. Padahal jelas, ideologi yang kemudian tidak mau menyanyikan lagu Indonesia raya, menghormati bendera, jika itu dilakukan oleh umat Islam, maka itu ributnya bisa berbulan-bulan lamanya itu,” tuturnya.

BACA JUGA  Waspada! Anak Muda Berpotensi Besar Tulari Covid-19 ke Manula

Ia pun setuju bahwa radikalisme harus diperangi dan diberantas, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang bersifat hukum dan adil.

“Saya berharap masalah ini segera diselesaikan dalam koridor hukum, untuk kemudian bisa menyelamatkan harmoni kehidupan berbangsa, bernegara yang toleran dan mengkoreksi pihak-pihak yang intoleran dan radikal yang ternyata bisa dilakukan oleh agama manapun,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Gus Sholah Wafat, HNW: Semua Kalangan Merasa Kehilangan

Video News - Kamis, 06/02/2020 04:45