Donald Trump Bebas dari Dakwaan Pemakzulan

Foto: Presiden AS, Donald Trump. (Foto: AFP)

KIBLAT.NET, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepertinya bisa bernapas lega usai dirinya terbebas dari dakwaan pemakzulan. Keputusan bebas tersebut ditetapkan dalam persidangan di Senat AS pada Rabu (05/02/2020).

Donald Trump (73) menjadi presiden ketiga yang selamat dalam persidangan pemakzulan dalam sejarah AS, ia  diselamatkan oleh sesama Republikan yang bersatu melindunginya selama sembilan bulan sebelum ia meminta pemilih di Amerika yang terpecah untuk memberinya periode kedua di Gedung putih.

Trump dibebaskan dari dua pasal pemakzulan yang disepakati oleh DPR, yang dimotori Fraksi Demokrat, pada 18 Desember tahun lalu. Suara untuk menyatakan Trump bersalah jauh dari dua pertiga mayoritas yang diperlukan dalam Senat untuk memecatnya berdasarkan Undang-Undang AS.

Senat memberi suara 52-48 untuk membebaskan Trump dari dakwaan penyalahgunaan kekuasaan terkait pemintaan Trump agar Ukraina memata-matai musuh politiknya Joe Biden, pesaingnya dari Partai Demokrat pada pilpres 3 November tahun ini. Senator Republikan Mitt Romney bergabung dengan Demokrat dalam pemungutan suara untuk menghukum Trump. Tak ada suara dari Demokrat untuk membebaskan Trump.

Senat kemudian memberi suara 53-47 untuk melepaskan Trump dari dakwaan menghalangi Kongres, dengan menolak saksi dan dokumen oleh DPR. Kali ini Romney bergabung dengan senator Republik lainnya dalam pemungutan suara untuk melepaskan tuduhan obstruksi. Tak ada senator Demokrat yang memilih melepaskan Trump.

BACA JUGA  Sekjen PBB Sebut Pandemi Covid-19 Krisis Terburuk Sejak 1945

Masing-masing dari dua dakwaan, para senator berdiri di mejanya sendiri untuk memberikan suara satu per satu, dengan dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts.

Usai pemungutan suara, di Twitter, Trump mengunggah video yang menunjukkan sinyal kampanye untuk pemilihan mendatang dan seterusnya diakhiri dengan “Trump 4EVA”.

Trump menuturkan dirinya akan menyampaikan pernyataan publik pada Kamis siang waktu setempat untuk membahas apa yang ia sebut “kemenangan negara kami dalam pemakzulan palsu”.

Tanggapan Gedung Putih

Sementara itu, pihak Gedung Putih menyambut baik putusan senat AS yang memilih untuk membebaskan Presiden Donald Trump dari proses pemakzulan.

“Proses pemakzulan berdasarkan serangkain kebohongan,” menurut sekretariat Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Gedung Putih mengatakan pembebasan Presiden Donald Trump dari tuduhan penyalahgunaan kekuasaan merupakan langkah yang benar.

“Seperti yang telah kita katakan selama ini, dia tidak bersalah,” sambung pernyataan tersebut.

Donald Trump menjadi presiden ketiga dalam sejarah Amerika Serikat yang dimakzulkan oleh United States House of Representatives atau Dewan Perwakilan Rakyat AS setelah pada bulan Desember tahun lalu lembaga tersebut sepakat bahwa Trump telah menyalahgunakan kekuasaannya menekan Pemerintah Ukraina serta menghalangi upaya penyelidikan Kongres.

Keputusan tersebut dicapai sebagai hasil sidang pemungutan suara di DPR AS dengan perolehan suara 230 berbanding 197, yang menganggap Trump menyalahgunakan kekuasaan. Sementara itu pada sesi pemungutan suara kedua, sebanyak 229 anggota DPR AS sepakat Trump telah menghalangi upaya Kongres dan 198 lainnya memilih tidak sepakat.

BACA JUGA  Bantu Mereka yang Tak Bisa #DiRumahAja Saat Wabah Corona

Partai Demokrat yang mendominasi parlemen berhasil mengumpulkan suara untuk memakzulkan Trump atas dua pasal pelanggaran, yaitu penyalahgunaan kuasa dan upaya menghalangi Kongres. Hasil keputusan tersebut menjadi dasar sidang pemakzulan Trump di Senat yang akan memberi keputusan akhir soal pemakzulan Trump.

Namun, pada akhirnya Senat yang didominasi oleh Partai Republik memutuskan Trump terbebas dari dakwaan pemakzulan.

Sumber: Reuters, Antara
Penulis: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Mahathir Sarankan Trump untuk Mengundurkan Diri

Malaysia - Senin, 10/02/2020 14:37

MER-C: Proposal Perdamaian Trump Harus Ditolak

Indonesia - Kamis, 06/02/2020 13:56