WNI Eks ISIS Tidak Boleh Dilarang Pulang ke Indonesia

Foto: Pakari Hukum Uiniv. Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Dr. Suparji Ahmad menegaskan bahwa WNI eks ISIS harus mendapat perlindungan. Menurutnya, hal itu merupakan amanat konstitusi.

“Soal pemulangan eks ISIS, jika WNI maka berhak untuk mendapatkan perlindungan, itu amanat konstitusi. Masalah ISIS-nya harus ada pembuktian hukum, harus ada praduga tidak bersalah,” katanya kepada Kiblat.net pada Kamis (06/02/2020).

Oleh karenanya, ia menyebutkan bahwa kepulangan mereka harus diterima terlebih dahulu. Jika ada masalah hukum, maka selesaikan dengan mekanisme hukum.

“Orang-orang yang diduga terlibat ISIS dari WNI tidak boleh dilarang pulang ke Indonesia atau ditolak untuk dipulangkan. Itu bagian dari HAM Indonesia. Jika memang ada penyimpangan lakukan penyadaran, kembalikan ke jalan yang benar. Ini menjadi bagian fungsi dari negara,” paparnya.

Suparji menilai, ika negaranya sendiri tidak mau melindungi, bagaimana dengan negara lain. “Apa kita rela mereka diusir dari negara orang, terus tidak punya tempat untuk hidup di suatu negara?,” tuturnya.

Terakhir, ia juga memaparkan bahwa WNI yang membakar pasport di Suriah tidak serta merta kehilangan kewarganegaraan. Soal kewarganegaraan, lanjutnya, sudah ada aturannya di UU Kewarganegaraan

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga