Romo Syafii: Eks ISIS Bisa Ditangani Seperti WNI dari Wuhan

Foto: Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi'i.

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii menegaskan bahwa WNI eks ISIS tidak kehilangan kewarganegaraan meski telah membakar pasport mereka. Sebab, tidak ada aturan yang menyebut pembakaran pasport tidak menyebabkan seseorang kehilangan kewarganegaraan.

“Sebenarnya orang Indonesia yang berada di luar negeri meski sudah membakar pasport itu tidak serta merta dia hilang kewarganegaraan. Yang serta merta kehilangan, menyatakan janji setia terhadap negara lain atau menjadi pasukan perang negara lain. Kalau di sini TNI, kalau ISIS kan bukan negara dan pasukan resmi sebuah negara,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (08/02/2020).

“Ada orang medan yang jadi tentara Amerika, maka dia otomatis kehilangan kewarganegaraan. Tapi kalau jadi pemberontak, penyamun, nggak ada ketentuannya dalam undang-undang kita,” sambungnya.

Menurutnya, seseorang membakar pasport bisa disebabkan banyak hal. Misalnya ketidatahuan atau karena mendapat tekanan, sehingga dia tidak punya pilihan harus bakar pasport.

“Sudah banyak kita dengar dan sudah ada yang datang ke DPR mereka menjadi korban rayuan, iming iming, janji gaji besar yang sebenarnya mereka tidak tau apa yang dilakukan oleh ISIS itu,” paparnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pemerintah mengambil tindakan seperti menyikapi virus Wuhan. Yaitu menjemput WNI, lalu mengidentifikasi apakah WNI tersebut terpapar virus corona atau tidak.

“Eks ISIS ini harus benar-benar dilihat terpapar radikalisme atau tidak, masukkan ke BNPT dulu. Nati bari kita lihat statusnya merah, kuning, hijau atau biru,” pungkasnya.

BACA JUGA  Romo Syafii: Darurat Sipil Bentuk Ketidakpedulian Pemerintah Terhadap Rakyat

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga