PBNU: Siapapun Yang Menolak Pancasila Silahkan Hengkang dari NKRI

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) secara tegas menyarankan pemerintah untuk menolak kepulangan WNI eks ISIS. Penolakan itu, menurut PBNU didasarkan pada ayat 50 surat Al Ahzab, yang memerintahkan Nabi Muhammad SAW mengusir orang-orang pembuat gaduh dari kota Madinah.”

Ibu menteri minta masukan kepada PBNU, selama ini bu Menteri atau pemerintah belum berpendapat. Saya kasih masukan, atau kita sharing pendapat secara teologis,” ujar Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj bersama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi di Gedung PBNU, Kramat Raya Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Said menyebut bahwa dalam surat Al Ahzab ayat 50, Rasulullah diperintahkan mengusir orang-orangĀ  yang bikin gaduh di Madinah. Tidak hanya bikin gaduh, orang-orang yang menebar fitnah, mengadu domba, bahkan sampai melakukan teror, diperintahkan untuk diusir dari Madinah, agar tidak mengganggu keselamatan, keutuhan, ketenangan warga masyarakat Madinah.

“Oleh karena itu, kenapa kita bicara pemulangan 600 orang kalau itu mengganggu ketenangan kenyamanan, 260 juta warga Indonesia. Kenapa kita harus memikirkan 600 orang kalau mengganggu ketenangan, dan menjadikan gaduh masyarakat,” ujarnya.

“Kami berikan masukan dengan tegas, kami PBNU menolak kepulangan kombatan ISIS itu,” tegasnya.

Said menyebut bahwa kombatan ISIS yang saat ini terjebak di Suriah atau Timur Tengah dan tidak bisa kembali ke Indonesia, pergi karena kemauan mereka sendiri. Bahkan, beberapa di antara mereka membakar paspor Indonesia serta mengancam beberapa tokoh publik.

BACA JUGA  Romo Syafii: Eks ISIS Bisa Ditangani Seperti WNI dari Wuhan

“Di sana mereka ramai-ramai membakar paspor, dengan mengatakan ini paspor negara thagut, saya tidak akan kembali dan disini akan berjuang Islam. Kalau nanti menang saya akan kembali dan akan membunuh Sutarman, Moeldoko, Banser, itu kan ada video viral itu,” ujar Said.

Iamenjelaskan bahwa para WNI yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, membuang kewarganegaraan Indonesia dan menganggap ISIS sebagai negara, meskipun belum diakui oleh dunia.

“Saya kira tidak ada salahnya jika pemerintah menolak kepulangan mereka. ISIS itu ideologinya jelas bertentangan dengan Pancasila, siapapun bukan hanya ISIS, kelompok manapun yang menolak Pancasila silahkan hengkang dari NKRI,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pakar Pidana: Eks ISIS Bisa Jadi Batu Uji Deradikalisasi

Video News - Senin, 17/02/2020 00:31