GP Ansor: Penanganan Terorisme Harus Libatkan Masyarakat

Foto: Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas menyoroti penanganan terorisme di Indonesia. Ia menilai bahwa seharusnya pihak terkait transparan dalam penanganan terorisme.

Ia memberikan contoh ketidaktransparanan dalam penanganan terorisme adalah adanya dua gelombang pemulangan eks ISIS dari Suriah.

“Sudah pernah terjadi kepulangan dua gelombang. Yang pertama tidak ada masalah karena merasa tertipu dengan janji-janji ISIS. Akhirnya mereka menyesal, pulang dan baik saja,” katanya dalam diskusi “Eks ISIS Tidak Dipulangkan, What’s Next?” di kantor DPP PKB, Jakarta pada Rabu (13/02/2020)

“Dan Gelombang yang kedua, ini gelap kabarnya. Proses deradikalisasi gelap, tidak tau seperti apa,” paparnya.

Ia menilai bahwa penanganan terorisme harus melibatkan masyarakat. Menurutnya, hal itu dilakukan misalnya dengan terbukanya teroris yang dideradikalisasi.

“Urusan menangkal terorisme tidak bisa kalau tidak melibatkan masyarakat. Kalau tidak tau-tau asa bom saja di Surabaya,” tuturnya.

Yaqut pun mengkritik deradikalisasi yang dilakukan BNPT. Sebab, pada 2017 ada deportan dari Turki, dideradikilasi tapi kemudian keluar ke Filipina ngebom gereja. “Ini deradikalisasi cap apa?,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga