Mesir Kecualikan Media dalam Definisi Entitas Teror

Foto: Terorisme

KIBLAT.NET, Kairo – Parlemen Mesir menghapus kata-kata “saluran satelit,” “stasiun radio” dan “media sosial” dari definisi tentang entitas teroris. Hal ini untuk menghindari serangan dari media-media Barat.

Ketua Parlemen Ali Abdel-Aal mengatakan, dimasukkannya “saluran satelit” dapat menyebabkan kebingungan. Dengan demikian, tidak perlu memasukkannya ke dalam definisi.

“Jalan menuju kebebasan media diketahui semua orang, di mana semua pendapat menghormati konstitusi, hukum dan konstanta nasional,” ujarnya di hadapan Parlemen.

Keputusan tersebut menyusul keluhan anggota parlemen bahwa penyertaan kata “saluran televisi” dapat digunakan untuk menyebut Mesir sebagai pelanggar kebebasan berbicara.

“Hukum ini akan disiarkan ke luar negeri sebagai sarana represi jika “saluran satelit” ditambahkan, dan kami tidak kebal terhadap itu,” kata Atef Nasser, yang mewakili Partai Masa Depan Bangsa di Parlemen.

“Kami menghadapi perang generasi keempat dan kami telah melihat ini melalui serangan terhadap negara di platform media sosial,” kata wartawan Mustafa Bakri. “Perumusan teks dengan cara ini menjadikannya sebuah interpretasi, karenanya harus dihapus.”

Federasi Internasional untuk Hak dan Pembangunan yang berbasis di Roma memperingatkan Mesir agar tidak memasukkan media audio, visual, atau cetak ke dalam definisi entitas teroris. Hal itu dikhawatirkan akan mengarah pada pembatasan kebebasan pers di negara tersebut.

Reporters Without Borders bulan lalu mengatakan bahwa memasukkan media berita ke daftar entitas teroris akan “secara eksplisit” menargetkan wartawan dan memperburuk situasi kebebasan pers yang sudah rapuh di Mesir. Mesir menempati peringkat 163 dari 180 negara dalam indeks kebebasan pers 2019.

BACA JUGA  Mesir Bangun Pagar Beton Setinggi Enam Meter di Perbatasan dengan Gaza

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga