PBNU: Pembelaan Terhadap Palestina Amanat Agama

Foto: Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj (kanan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut senjata paling ampuh untuk mengatasi problem Palestina adalah dengan bersatunya negara-negara Arab.

“Ini merupakan amanat negara dan amanat agama juga, bahwa hak orang Palestina harus kita bela. Kita perjuangkan walaupun yang paling pokok, paling utama, yang paling mendasar adalah negara-negara Arab bersatu dulu,” ujar Siradj usai pertemuan tertutup dengan Menlu RI, Retno Marsudi di Gedung PBNU, Kramat Raya Jakarta, Selasa (11/2/2020).

“Senjata paling ampuh bukan embargo minyak, senjata nuklir. Senjata paling ampuh adalah kesatuan persatuan negara Arab. Selama negara Arab masih tidak bersatu maka sulit mengatasi problem timteng itu,” lanjutnya.

Siradj pun mengapresiasi Retno dalam hal ini sebagai Menlu RI dan anggota Dewan Keamanan PBB yang terus menyuarakan perjuangan Palestina. Menlu RI Retno pun mengapresiasi kembali PBNU yang selama ini konsisten bersama pemerintah, menyuarakan perjuangan Palestina. Ia juga menyebut selama ini Indonesia terus konsisten menyuarakan, mendukung perjuangan bangsa Palestina.

“Saya selalu sampaikan bahwa kalau kita lihat dari waktu ke waktu, maka perjuangan bangsa Palestina ini tidak menjadi lebih mudah, tapi menjadi akan lebih sulit, jalan pasti akan terjal,” ujarnya.

Perjuangan kemerdekaan Palestina ini, sebut Retno adalah perjuangan besar yang membutuhkan kesatuan dan persatuan. Karenanya, ia berharap ada kerjasama dan perjuangan bersama untuk hasil yang maksimal.

BACA JUGA  GP Ansor: Penanganan Terorisme Harus Libatkan Masyarakat

“Bangsa Indonesia itu tidak bisa dilakukan sendirian, karena ini perjuangan yang besar, perjuangan yang besar itu harus dilakukan bersama-sama, jika tidak bersama-sama maka hasilnya tidak akan maksimal. Perjuangan ini perjuangan besar, perlu kesatuan di antara kita untuk mendukung perjuangan Palestina,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga