Muhammadiyah: Ada Faktor Teologis Dalam Fenomena Kerajaan Baru

Foto: Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiya, Muhammad Ziyad

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad mengatakan bahwa ada aspek teologis dalam fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru beberapa waktu terakhir ini.

Mengambil Keraton Agung Sejagad dan Sunda Empire sebagai contoh, Ziyad mengungkit pengakuan dari orang-orang yang menyatakan diri sebagai raja di kerajaan-kerajaan fiksi tersebut yang mengaku menerima wangsit untuk mendirikan Kerajaan.

“Mereka menyatakan bahwa mereka menerima ilham. Ada bisikan wahyu, katanya begitu. Padahal syarat untuk mendapatkan ilham itu tidak mudah. Ada faktor teologis semacam ini,”papar Ziyad dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah yang bertajuk “Fenomena Kerajaan Baru” di gedung PP Muhammadiyah Jakarta pada Jumat malam (14/02/2020).

Menurut Ziyad, faktor teologis inilah salah satunya yang membuat masyarakat banyak yang terhasut. Diketahui, lebih dari 400 orang dari berbagai daerah telah terhasut tipuan Keraton Agung Sejagad.

Hal ini pun dibenarkan perwakilan Polda Jawa Tengah yang juga hadir sebagai pembicara di acara tersebut. Kombes Pol. Iskandar Fitriana mengatakan bahwa menurut pengakuan Totok, raja Keraton Agung Sejagad, ia mengaku mendapat wangsit bahwa dirinya adalah penerus kerajaan Mataram. Iskandar juga mengungkap bahwa pengikut Keraton Agung Sejagad telah melakukan aktivitas-aktivitas yang bertentangan dengan agama Islam.

“Mereka menyembah batu prasasti, dan sebelum menyembah batu itu mereka harus mandi suci di kolam. Mandi bersama disitu lalu membakar kemenyan. Itu yang mereka lakukan,”terang Iskandar.

BACA JUGA  Pembelajaran Daring Dikeluhkan Orang Tua, KPAI: Guru Gagal Paham Home Learning

Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, Fany yang mendeklarasikan diri sebagai ratu Keraton Agung Sejagad mengakui bahwa batu prasasti tersebut hanyalah batu biasa yang diukir dengan ukiran khas prasasti yang dipelajarinya dari internet.

Diakhir, Ziyad pung mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kebenaran sebuah berita atau fenomena yang ada.

“Tema ini diangkat untuk memberikan informasi yang benar kepada publik dan menyadarkan masyarakat agar ketika ada isu-isu semacam ini, jangan mudah percaya,”pungkasnya.

 

Reporter: Qoid

Editor: Guntur Aji

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Bantu Mereka yang Tak Bisa #DiRumahAja Saat Wabah Corona

Info Event - Selasa, 31/03/2020 12:21

Fraksi PAN: Penerapan Darurat Sipil Kurang Tepat

Indonesia - Selasa, 31/03/2020 11:50