Gaza Masih Diblokade, Amerika Dinilai Tak Pantas Bicara Perdamaian

Foto: aksi Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator lapangan (KORLAP) Aksi Bela Baitul Maqdis, Joko Oscar dengan tegas menolak usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait dengan perdamaian Palestina atau lebih dikenal dengan “Deal of Century”. Menurutnya, usulan tersebut hanyalah sebuah kebohongan atas nama kesepakatan.

“Usulan tersebut adalah persengkokolan antara penjajah zionis Israel dengan Presiden Amerika, Donald Trump,” ungkapnya dalam orasi diatas mobil komando di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka, Jakarta.

Joko mengatakan, diantara poin krusial yang mengusik perdamaian adalah penawaran Trump untuk membeli Kota Al-Quds atau Baitul Maqdis senilai USD 50 Milyar yang mana kemudian akan diberikan seutuhnya kepada Israel untuk dijadikan Ibukota.

“Proposal Trump ini juga akan menghapus hak kembali bagi 6 Juta pengungsi,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Joko kita meminta kepada seluruh elemen, ketua NGO dan ormas yang hadir pada hari ini bahwa kita sudah sepakat untuk segera menolak usulan Amerika melalui kedutaan Palestina di Indonesia untuk menyampaikan pernyataan sikap ini.

“Dan kita tidak akan berhenti sampai disini untuk menentukan dan membubarkan pernyataan Trump, yaitu Palestina yang akan dibentuk menjadi dua Negara, Negara Palestina dan Negara Israel. Tetapi pilihan kita adalah Palestina dengan ibukotanya Baitul Maqdis,” pungkasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dan Israel merupakan pelanggaran HAM, dan pembangkangan atas upaya perdamaian oleh berbagai lembaga internasional yang didukung oleh mayoritas Negara-negara di dunia, seperti PBB, OKI, dan yang lainnya.

BACA JUGA  IPW Desak Mabes Polri Segera Mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara

“Tidak pantas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Israel dan sekutunya membicarakan perdamaian sementara pelanggaran-pelanggaran pemukiman Israel di wilayah Palestina dan blockade Gaza tidak dehentikan. Sebagaimana tidak ada perdamaian hakiki sebelum hak kembali 6.000.000 pengungsi palestina terwujud dengan pulang ke tanah air mereka,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

PBNU: Pembelaan Terhadap Palestina Amanat Agama

Indonesia - Kamis, 13/02/2020 11:41