Komentari Agama dan Konstitusi, Komisi VIII: Kepala BPIP Jangan Cari Perkara

Foto: Politisi PKS, Buchori Yusuf

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Buchori Yusuf mengatakan bahwa Yudian Wahyudi lebih baik mundur dari ketua BPIP. Stamen Buchori tersebut menyusul pernyataan Yudian yang meminta masyarakat menggeser kitab suci ke konstitusi dalam bernegara.

“Saya mengimbau kalau tidak kapabel dalam hubungan agama dengan konstitusi jangan jadi ketua BPIP. Sebaiknya mundur saja daripada merusak bangsa ini,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (17/02/2020).

Menurutnya, dalam pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa “berkat rahmat Allah dan didorong keinginan luhur”. Maka, ia menegaskan bahwa pilihan diksi berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa itu diksi yang tidak muncul begitu saja. “Itu terminologi agama. Tidak ada suatu alasan membenturkan atau memisahkan antara agama dan konsitusi,” tuturnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pasal 29 UUD menekankan bahwa negara berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa. Ketika bicara Tuhan Maha Esa, lanjut Buchori, pasti berdasarkan agama.

“Dan Agama punya kitab suci, kalau orang tidak berpegang pada kitab suci, mau berpegang pada apa? Komunis dong dia. Jangan cari perkara, jangan rusak bangsa ini dengan logika mengatasnamakan konstitusi,” paparnya.

Maka, Kepala BPIP harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan memisahkan itu. Kalau kemudian kitab suci ada posisi tersendiri, maka itu salah.

Sebelumnya, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengimbau semua umat beragama untuk menempatkan konstitusi di atas kitab suci dalam berbangsa dan bernegara. Adapun untuk urusan beragama, kembali ke masing-masing pribadi masyarakat.

BACA JUGA  IPW Desak Mabes Polri Segera Mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara

“Saya mengimbau kepada orang Islam, mulai bergeser dari kitab suci ke konstitusi kalau dalam berbangsa dan bernegara. Sama, semua agama. Jadi kalau bahasa hari ini, konstitusi di atas kitab suci. Itu fakta sosial politik,” tuturnya seperti dilansir Tempo.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga