Di Hadapan Wantim MUI, Puan Maharani: Saya dari Keluarga Aktivis Islam

Foto: Ketua DPR-RI, Puan Maharani. (Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta- Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia menerima kunjungan dan silaturahmi ketua DPR-RI, Puan Maharani. Dalam pemaparannya, Puan menyebut dirinya tidak asing dalam lingkungan ulama dan cendekiawan Islam.

“Sebenarnya saya tidak merasa asing lagi karena latar belakang keluarga saya yang berasal dari keluarga muslim yang aktif dalam organisasi masyarakat Islam,” ujar Puan di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (19/02/2020).

Puan mengungkapkan bahwa Soekarno, kakeknya selain dikenal luas sebagai tokoh nasionalis bangsa Indonesia, juga seorang tokoh pembaharu dan juga pemikir serta pejuang Islam.

“Tercatat dalam sejarah, bung Karno pernah menjadi santrinya HOS Tjokroaminoto, seorang tokoh dan pejuang Sarekat Islam. Bung Karno aktivis organisasi Islam Muhammadiyah dan pernah memimpin majelis pengajaran Muhammadiyah di Bengkulu, saat Belanda mengasingkan kakek saya,” ujarnya.

Fatmawati pun, sebut Puan merupakan putri Muhammadiyah, dan pernah memimpin Aisyiyah. Bung Karno juga disebut Puan pernah berguru tentang Islam dengan KH Ahmad Hasan, tokoh organisasi Islam dari Persis Bandung.

“Bung Karno juga pernah mendapat gelar pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakannya sah dan mengikat bagi bangsa Indonesia dan umat Islam melalui keputusan resmi muktamar NU tahun 1954 di Surabaya,” ujarnya.

Puan mengungkapkan, pada tingkat dunia, Bung Karno juga pernah disematkan gelar pendekar dan pejuang Islam dalam konferensi negara-negara Islam Asia Afrika pada tanggal 15 maret 1965.

BACA JUGA  Pemerintah Sensor Ketat Postingan Corona, Netizen China Semakin Kreatif Ciptakan Kosakata Baru

“Nilai-nilai keislaman dan kebangsaan Bung Karno itu pula lah yang memberikan semangat perjuangan ibu Megawati Soekarnoputri. Begitu juga dengan almarhum Haji Muhammad Taufik Kiemas ayah saya, beliau juga berasal dari keluarga tokoh Masyumi,” ujarnya.

“Itu sedikit gambaran sejarah dan hal yang kemudian insya Allah membuat pemikiran-pemikiran saya kedepan tidak akan lepas dari apa yang saya sampaikan bahwa sebagai salah satu orang yang ada dalam partai nasionalis tentu saja hal yang terkait dengan umat dan agama itu memang sudah ada,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa kebijakan politik yang akan diambilnya di kemudian hari akan memperhatikan nilai-nilai Islam dan Pancasila dalam bingkai NKRI dan nilai Islam yang terkandung di dalamnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor; Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga