Ini Fokus Bantuan ACT untuk Pengungsi Suriah di Musim Dingin

Foto: ACT

KIBLAT.NET, Jakarta- Memasuki musim dingin di wilayah Suriah, para pengungsi tentunya memerlukan sejumlah bantuan untuk bertahan hidup. Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar mengatakan bahwa bantuan untuk Suriah yang menjadi fokus utama dari ACT adalah bantuan pangan, pakaian hangat, dan bahan bakar.

“Fokus kita yang pertama adalah kebutuhan pangan, yang kedua adalah pakaian hangat, yang ketiga adalah untuk kebutuhan bahan bakar di musim dingin ini,” ungkap Ibnu saat dihubungi Kiblat, Selasa (18/02/2020).

Untuk bantuan pangan, lanjut Ibnu, ACT memiliki Indonesian Humanian Center (IHC) yaitu pusat logistik yang diharapkan dapat melayani sampai 10.000 keluarga untuk bantuan logistik dan pangan setiap bulannya. Ia memaparkan bahwa ACT juga bekerja sama dengan NGO lokal di Suriah untuk menyediakan roti.

“Bantuan yang pertama fokus utama dari ACT adalah bantuan pangan. Bantuan pangan salah satunya adalah kebetulan di perbatasan di Turki itu ada kerja sama dengan berapa NGO lokal di sana untuk menyediakan roti, jadi ada pabrik roti yang disiapkan untuk mensuplai pada pengungsi untuk kebutuhan makanan mereka,” jelasnya.

Adapun untuk bantuan medis, Ibnu mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas masih memungkinkan untuk masuk ke Turki dan dapat dijangkau menggunakan armada kesehatan ACT cabang Turki, akan tetapi masih belum memungkinkan untuk masuk ke wilayah Idlib.

“Dulu kita pernah berikan bantuan, ada sekitar sepuluh ambulan, tapi karena konflik berkelanjutan, kita sudah nggak tau kondisi persis ambulan yang kita kirimkan untuk melayani bantuan ini, ada beberapa ambulan yang sudah bisa dikelola, tetapi sebagian ada yang di perbatasan Turki, memasuki Idlib itu,” jelasnya.

BACA JUGA  Ustadz Somad: Boleh Tak Salaman dengan Pengidap Penyakit Menular

Ibnu menjelaskan bahwa ACT belum berani membawa masuk banyak relawan, hal tersebut dikarenakan kondis Suriah yang sering mendadak tidak aman. Sehingga jika kondisi sedang dinyatakan tidak aman, ACT akan menitipkan bantuan tersebut kepada NGO lokal yang ada disana.

“Dan pada waktu kondisi dinyatakan aman oleh teman-teman relawan di Idlib, tim relawan kita bisa masuk ke dalam. Kalau dalam kondisi yang tidak aman, maka bantuan itu diserahkan kepada teman teman kita, NGO lokal yang sudah melayani pengungsi dari dalam Suriah,” ungkapnya.

Ibnu menambahkan, ACT juga memberikan beberapa bantuan fasilitas tempat tinggal kepada pengungsi yang berada di perbatasan Turki meski jumlahnya belum masif.

“Satu blok lah untuk pengungsi tinggal disana, walaupun akhirnya kita sadar, suplai air bersih untuk wilayah itu memang tidak setiap saat ada, jadi memang pada waktu dibangun mereka bisa tinggal, cuman kita agak susah karena menemukan titik air untuk suplai ke mereka juga agak masih sangat minim,” jelasnya.

Terakhir, Ibnu mengingatkan bahwa Suriah itu salah satu negara yang sebelumnya bersama dengan Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di awal awal kemerdekaan kita, sehingga kita harus merawat spirit kedermawanan umat di Indonesia itu dengan mengatakan bahwa di Suriah itu ada saudara kita yang hari ini sedang menderita.

“Yuk kita sisihkan sebagian rezeki yang kita miliki, doakan mereka supaya konflik cepat reda, berikan bantuan yang kita mampu, supaya kita makan mereka makan, kita berpakaian mereka juga berpakaian, kita tinggal di tempat yang nyaman, mereka juga tinggal di tempat yang nyaman,” ajaknya.

BACA JUGA  Kemendagri Nilai Pemblokiran Jalan Atasi Corona Kurang Efektif

“Mungkin, suatu saat kejadian bencana bencana juga terjadi dengan kita. Semoga negeri yang lain juga membantu kita sebagaimana hari ini kita membantu mereka untuk mereka bisa menghadapi masa depan mereka dalam kehidupan yang lebih baik kedepan,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

IKADI Berikan ACT Penghargaan Sebagai NGO Terbaik

Indonesia - Selasa, 10/03/2020 14:37