Golden Future Akan Bangun 200 Rumah di Idlib Suriah

Foto: Tim Golden Future bersama anak-anak pengungsi Suriah

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Yayasan Golden Future Fondation, Kristinawati Hidajat memaparkan bahwa memasuki musim dingin, kondisi pengungsi di Suriah kian mengkhawatirkan. Selain salju yang turun cukup tebal, banyak tenda pengungsi yang rubuh.

“Musim dingin akhir tahun 2019 saya ada di Idlib, kemudian awal tahunnya saya ada di Beirut, di perbatasan Suriah yang dekat ke Homs, jadi memang sangat mengkhawatirkan sekali. Jadi disana saljunya tebal, mereka cuman tinggal di tenda-tenda. Kemarin tenda-tenda mereka juga banyak yang rubuh karena memang sudah lama, akhirnya banyak sekali yang kita kerjakan disana, karena disana pengungsi ada jutaan KK, belum lagi yang di Idlib dan di Aleppo, lebih parah lagi,” jelas Kristinawati saat dihubungi Kiblat Rabu (19/02/2020).

Adapun untuk program musim dingin, Kristinawati mengaku Golden Future menyiapkan food basket, dapur umum dan juga tenda. Saat ini timnya sebagai tahap awal juga berencana untuk membuat pemukiman yang didalamnya ada 200 rumah tembok sebanyak 200 unit.

“Jadi untuk program winter kita memang banyak sekali. Selain food basket, kita juga bikin tenda, dan Alhamdulillah kita mau bikin rumah untuk tahap awal kita berencana untuk buat 200 brick shelter yaitu rumah dari tembok. Karena selama ini mereka tinggal di tenda,” tuturnya.

“Kita bikin sekolah, karena banyak anak anak yang memang putus sekolah gara-gara sekolahnya dihancurkan. Kita juga punya dapur umum, yang mana satu hari bisa memproduksi rata-rata 40.000 sampai 60.000 porsi yang kita bagikan untuk orang Suriah,” jelasnya.

BACA JUGA  Pandemi Virus Wuhan, PP Parmusi Tunda Pelaksanaan Muktamar ke-IV

Kristina memaparkan bahwa kebutuhan yang sangat urgen untuk pengungsi disaat musim dingin yaitu penghangat, kayu bakar dan minyak, kemudian tempat tinggal, jaket dan peralatan musim dingin.

“Saat ini banyak bayi-bayi yang meninggal karena kedinginan, dan yang paling urgen di winter ini adalah baju hangat, kasur sama tenda baru, karena saat ini banyak tenda yang rubuh karena salju,” pungkasnya.

Selain itu, ia juga membantah jika setiap orang yang membantu pengungsi suriah dicap sebagai teroris. “Aqidah kita itu kan sebetulnya sama. Suriah kan  yang kita yakini, dalam Al Qur’an dan hadist itu kan udah jelas jelas ada keutamaannya. Jadi kalau kita bicara Suriah bukan berarti kita langsung di cap teroris, pemberontak atau lain lain,” tukasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga