Musim Dingin di Suriah: Bayi yang Lahir Dipastikan Tak Bertahan

Foto: musim dingin di Suriah (sumber: Indonesia Muda)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengungsi Suriah dalam kondisi yang memprihatinkan terlebih sekarang sedang musim dingin. Hal ini diungkapkan oleh Relawan NGO Indonesia Muda, Muhammad Rizki Fauzi. Bahkan, ada pengungsi yang harus tidur di bawah pohon zaitun.

“Saat ini kondisi di suriah semakin mengkhawatirkan, dimana jumlah pengungsi yang lalu saja masih dalam keadaan sulit ditambah ada lebih dari 200.000 pengungsi baru yang hidup didalam tenda tepat saat musim dingin tiba. Tim kami melihat banyak pengungsi baru yang tidak mempunyai tenda dan harus tidur dibawah pohon zaitun yang berada tidak jauh dari perbatasan turki,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (20/02/2020).

Menurutnya, jumlah pengungsi yang besar tersebut tidak mampu dicover oleh beberapa NGO yang memang fokus membantu para pengungsi. Belum lagi beberapa hari lalu, masyarakat yang mengungsi mulai ketakutan karena bom rezim assad menargetkan camp pengungsi Jawbas, Pinggiran Idlib.

“Dan sampai saat ini, kami melihat beberapa kamp pengungsian jauh dari kata mampu untuk menyambut musim dingin, karena banyak sipil suriah yang tidak mempunyai pekerjaan lagi. Dan tentu tak mampu membeli seperti kayu bakar ataupun Gas yang biasa digunakan didalam camp pengungsian,” tuturnya.

Setiap tahunnya, kata dia, saya sendiri datang ke kamp pengungsian baik di Suriah, Yordania, maupun Libanon, semua tak jauh beda. Hidup warga Suriah saat ini sangat lah susah.

BACA JUGA  Masyarakat Masih Nekat Berkumpul, MIUMI Aceh: Meremehkan Himbauan Medis dan Ulama Menyalahi Syariat

“Hanya saja kami selalu terkesan karena lisan mereka ketika ditanya tentang hidup yang sekarang, justru tetap berkata ‘Alhamdulillah, beginilah keadaan kami’,” tuturnya.

Menurutnya, musim dingin kali ini memang sangat ekstrem bahkan kemarin sampai -5°C dan pada malam hari bisa sampai -9 °C. Ia mengungkapkan, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang hipotermia.

“Kami sempat berbicara dengan warga Suriah mereka berkata, Apabila salju telah turun dan tepat saat itu ada seorang bayi lahir, maka bisa dipastikan tak akan mampu bertahan dengan suhu dingin yang menusuk di dalam camp pengungsian,” ucapnya.

“Tidur di dalam tenda tipis pasti angin atau udara dari luar akan tembus kedalam meskipun api telah dinyalakan begitulah keadaan disana. Belum lagi ketersediaan makanan dan susu yang sedikit menyebabkan bayi rentan meninggal,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga