Puan Ragukan Pihak yang Kritisi Omnibus Law

Foto: omnibus law

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani meragukan pihak yang mengkritisi draft Omnibus Law. Ia mengklaim, bisa jadi pihak-pihak itu mendapat draft yang bukan resmi dari Pemerintah.

“Baru minggu lalu draft terkait Omnibus Law yang baru diterima. Kalau kemudian ada yang menyampaikan keberatannya dan ada yang menyampaikan bahwa ada banyak hal yang tidak dibicarakan dan tidak sesuai, kita harus mengecek dahulu apakah kemudian orang-orang tersebut mendapat draft yang resmi. Karena kami baru saja mendapat draf itu minggu lalu,” ujar Puan dalam silaturahmi ke Dewan Pertimbangan MUI, Rabu (19/02/2020).

“Atau mereka mendapat draft yang abal-abal atau tidak sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemerintah atau hoaks,” lanjutnya.

Rancangan Undang-undang Omnibus Law, sebut Puan adalah inisiatif pemerintah. Pemerintah saat ini sudah mengirim dua rancangan undang-undang draft Omnibus Law. Pertama terkait dengan perpajakan yang terdiri dari 7 RUU dengan 27 sampai 28 pasal yang akan dibahas terkait dengan perpajakan.

Kedua, terkait dengan cipta kerja. RUU Cipta Kerja – sebelumnya Cipta Lapangan Kerja adalah satu rancangan undang-undang Omnibus Law yang terdiri dari 79 RUU, 15 bab, dan 179 pasal yang terkait dengan 15 cluster yang akan dibahas di DPR.

“Beberapa waktu lalu pun DPR sudah sering didemo sebagian besar oleh para buruh, kebanyakan keberatan terkait dengan Omnibus Law Cipta Kerja. Saya sampaikan bahwa DPR belum menerima draft tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA  Nasir Djamil: Status Darurat Sipil Tunjukkan Pemerintah Gagap Tangani Corona

Puan mengungkapkan, pada demo terakhir para buruh, DPR baru menerima draft RUU Cipta Kerja. Ia pun meminta kepada para pendemo untuk lebih dulu mempelajari draft RUU resmi dari pemerintah.

“Ini sangat penting, jangan sampai hal yang tidak benar membuat kita salah persepsi, jangan sampai ada ketidakpastian dan ketidaknyamanan didasarkan hanya karena fitnah dan hoaks,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga