Komisi VIII DPR RI Minta Kepala BPIP Tak Bikin Gaduh

Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad MSi (sumber: RiauOnline)

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad MSi mendesak Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi tidak membuat kegaduhan dengan usulan-usulan yang mengada-ada termasuk ingin mengganti Assalamualaikum dengan salam Pancasila.

“Jangan bikin gaduh terus lah, kemarin sebut Agama musuh Pancasila, sekarang mau ganti pula Assalamualikum dengan salam Pancasila. Saya taunya yang sudah ada itu Salam Pramuka dan Salam Merdeka,” ujar Achmad dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net.

Menurutnya, Assalamualikum bagi Umat islam itu adalah salam doa keselamatan untuk semuanya. Ia menekankan bahwa kalimat ini adalah doa dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Ketika memberi salam artinya kita mendo’akan sesama muslim dengan kebaikan berupa keselamatan dunia akhirat, rahmat dan juga segala bentuk keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.

Salam kata Achmad, juga dapat merekatkan persaudaraan atau Ukhuwah Islamiyah antar sesama muslim. Ia biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah, masjid atau tempat- tempat lainnya.

Secara umum, kata dia, hukum mengucapkan salam adalah Sunnah. Namun bagi yang mendengarnya hukum menjadi Wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.

BACA JUGA  Haris Azhar Kritik Kebijakan Jokowi Soal Listrik Gratis

“Dan Assalamualikum juga kadang diucapkan saudara-saudara kita yang non muslim. Mereka tidak mempersoalkan dan enggak gaduh,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga