Pembunuh Sembilan Orang di Jerman Termotivasi Ideologi Teror Sayap Kanan

Foto: Polisi Jerman berjaga-jaga setelah penembakan brutal.

KIBLAT.NET, Berlin – Seorang pria Jerman yang menembak sembilan orang hingga tewas di beberapa lokasi di pinggiran kota Frankfurt tampaknya termotivasi oleh ideologi sayap kanan.

Pria bersenjata itu pertama kali menyerang bar hookah di pusat Hanau sekitar pukul 10 malam pada hari Rabu. Di sana ia menewaskan beberapa orang, sebelum menuju sekitar 2,5 km barat dan melepaskan tembakan lagi, yang memakan banyak korban.

Lounge Hookah adalah tempat orang berkumpul untuk merokok tembakau dari pipa Timur Tengah. Beberapa korban tampaknya adalah orang Turki.

Kanselir Angela Merkel mengatakan, serangan masih perlu diselidiki sepenuhnya. Penembakan itu mengekspos “racun” rasisme dalam masyarakat Jerman. Dia berjanji untuk berdiri melawan mereka yang berusaha memecah belah negara.

Saksi mata Kadir Kose mengatakan dia berlari dari sebuah kafe miliknya setelah mendengar tembakan pertama. Awalnya di mengira ada pertengkaran antara anggota keluarga.

“Tetapi ketika saya mendengar tembakan kedua, saya pikir itu adalah serangan teror,” kata Kose.

Menteri dalam negeri negara bagian Hesse, Peter Beuth mengatakan penyerang ditemukan tewas di dekat mayat ibunya yang berusia 72 tahun. Keduanya mengalami luka tembak.

Sebuah situs web menyatakan bahwa tersangka berusia 43 tahun. “Analisis awal halaman web tersangka menunjukkan motivasi xenophobia,” tambah Beuth.

Tersangka tidak diidentifikasi oleh polisi atau agen intelijen domestik Jerman. Beuth mengatakan jaksa federal telah mengambil alih penyelidikan kejahatan dan menanganinya sebagai tindakan terorisme domestik.

BACA JUGA  Virus Wuhan Renggut 9.827 Nyawa di Seluruh Dunia

“Ini adalah serangan terhadap masyarakat kita yang bebas dan damai,” katanya.

Serangan itu mendapat kecaman dari banyak organisasi, termasuk Dewan Pusat Muslim, Konfederasi Asosiasi Kurdi di Jerman dan Dewan Pusat Yahudi.

Merkel berjanji bahwa “semuanya akan diupayakan untuk menyelidiki keadaan dari pembunuhan yang mengerikan ini”.

Dengan kata-kata yang tidak biasa, pemimpin Jerman itu berkata: “Rasisme adalah racun. Kebencian adalah racun.

Serangan itu terjadi di tengah kekhawatiran yang berkembang tentang kekerasan sayap kanan di Jerman.

Sumber: Independent
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga