Pertempuran Sengit Meletus di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Faksi-faksi militer oposisi Suriah yang didukung Turki bertempur sengit menghadapi pasukan rezim di provinsi Idlib pada Kamis (20/02/2020). Sedikitnya 27 tewas dari kedua pasukan dalam pertempuran itu, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

Ankara mengumumkan bahwa dua tentara Turki termasuk di antara yang tewas dan lima lainnya terluka oleh serangan udara di Idlib selama pertempuran itu. Presiden Turki menyalahkan pemboman rezim Suriah.

Sejak Desember, daerah-daerah di dalam dan sekitar Idlib menjadi saksi eskalasi militer rezim Assad. Kampanye itu memungkinkan pasukan rezim maju ke daerah-daerah besar di pedesaan selatan Idlib dan Aleppo barat.

SOHR melaporkan bahwa faksi oposisi, dengan dukungan pasukan Turki, melancarkan serangan terhadap posisi pasukan rezim di kota Neirab, di pedesaan tenggara Idlib.

Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), faksi paling dominan di Idlib, berpartisipasi dalam serangan terhadap posisi pasukan rezim, menurut SOHR.

Direktur SOHR, Rabi Abdul Rahman, mengatakan bahwa Turki member dukungan pasukan oposisi Suriah itu dengan artileri. Mereka juga memberi pengamanan saat pasukan oposisi bergerak maju.

Faksi-faksi itu, menurut SOHR, mengambil kendali atas sebagian besar Nairab, sebelum pasukan rezim, yang didukung oleh pesawat tempur, memaksa mereka untuk mundur setelah berjam-jam pertempuran sengit. Kemudian faksi dan pasukan Turki mundur dari kota.

Pesawat Suriah dan Rusia melancarkan puluhan serangan, menurut SOHR, sementara artileri Turki menembaki kota Saraqib dan sekitarnya di sebelah timur Neirab dan dikontrol oleh pasukan rezim baru-baru ini.

BACA JUGA  Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Kantor berita resmi Suriah “SANA” melaporkan bahwa jet tempur Suriah mengarahkan beberapa serangan tepat terhadap kendaraan “teroris” dan kendaraan lapis baja sehingga membuat mereka gagal maju.

SANA juga mengatakan bahwa unit-unit tentara “menghabisi kelompok-kelompok teroris yang menyerang poros Nairab.”

Pertempuran dan pemboman udara mengakibatkan kematian 11 anggota pasukan rezim dan 14 faksi oposisi, di samping dua tentara Turki, menurut SOHR.

Kantor berita resmi Turki Anadolu Agency mengutip sebuah sumber di wilayah tersebut yang mengatakan bahwa “ada langkah untuk melindungi posisi tentara Turki,” tanpa menyebutkan apakah pasukan Turki terlibat dalam operasi itu.

Sejak awal bulan ini, Idlib menyaksikan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Damaskus dan Ankara, karena konfrontasi di lapangan mengakibatkan kematian di kedua belah pihak. Pada kemajuan beberapa bulan terakhir, tentara Suriah telah mengepung setidaknya tiga titik pengamatan Turki dari 12 yang dikerahkan di wilayah tersebut, menurut perjanjian Rusia-Turki.

Serangan pasukan rezim di Idlib sejak awal Desember telah menyebabkan 900.000 orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, meninggalkan rumah mereka. PBB mengatakan bahwa 170.000 dari mereka hidup di tempat terbuka. Eskalasi itu juga menewaskan lebih dari 400 warga sipil, menurut SOHR.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga