Syarh Safinatun Naja 01: Mengenal Tanda-Tanda Baligh

Foto: Tanda-tanda Baligh (Ilustrasi)

Berkata Syaikh Salim bin Abdullah bin Sumair Al-Hadhromi:

فَصْلٌ فِي عَلَامَاتِ البُلُوْغِ

عَلَامَاتُ البُلُوغِ ثَلَاثٌ : تَمَامُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَهً فِي الذَّكَرِوَالأُنْثَى ، وَالاِحْتِلَامُ فِي الذَكَرِ وَالأُنْثَى لِتِسْعِ سِنِيْنَ ، وَ الحَيْضُ فِي الأُنْثَى لِتِسْعِ سِنِيْنَ

Artinya, “Tanda-tanda baligh ada tiga. Sempurnanya umur laki-laki dan perempuan 15 tahun. Mimpi bagi laki-laki dan perempuan pada umur 9 tahun. Haidh khusus perempuan setelah umur 9 tahun.

Ini adalah permulaan bab fikih yang disampaikan oleh Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhromi. Beliau memilih tanda-tanda baligh sebagai pembukaan bab fikih, karena baligh penanda sempurnanya akal sehingga mendapat taklif (pembebanan) syariat. Dengan baligh seseorang sudah wajib atasnya sholat, puasa, haji dan ibadah-ibadah lainnya. Berbeda dengan dengan anak kecil yang belum mendapat taklif syariat.

Meskipun belum mendapat taklif syariat akan tetapi tetap diwajibkan (fardhu kifayah) bagi orang tua untuk mengajarkan kepada anak yang berusia 7 tahun (mumayyiz) sholat dan hal-hal yang terkait dengan sholat seperti wudhlu, bersuci dan lain-lain.  Tanda seorang menjadi mumayyiz adalah genapnya berumur 7 tahun dan bisa makan, minum dan dan beristinja sendiri, bisa membedakan api dan air. Adapun jika anak tersebut belum mumayyiz maka disunnahkan kepada orang tua untuk mengajarkan sholat.

Tanda Pertama: Genap Berusia 15 Tahun Baik Laki-laki Maupun Perempuan

Perlu dicatat bahwa setiap aturan syariat yang terkait dengan penanggalan, hari, bulan dan tahun, maka yang dimaksud adalah bulan qomariyah dan tahun hijriah. Begitu juga dengan batasan umur 15 tahun sebagai tanda baligh. 15 tahun yang dimaksud adalah 15 tahun hijriah sejak lahirnya anak.

BACA JUGA  Hukum Keluar dari Daerah yang Terkena Wabah COVID-19

Sebagai contoh, apabila seseorang lahir pada 1 Rabiul Awwal 1430 H, maka dia menjadi baligh pada 1 Rabiul Awwal 1445 H. Sempurnanya umur seseorang 15 tahun ditentukan secara pasti (tahdidiyah) dan bukan perkiraan (taqribiyah). Konsekuensi dari kata (tahdidiyah) adalah apabila seorang berumur 15 tahun kurang 7 hari, maka berdasarkan ini dia belum dianggap baligh.

Ini menjadi penanda baligh apabila dua syarat setelahnya tidak muncul hingga umur 15 tahun. Karena apabila salah satu dari tanda di bawah ini muncul, maka otomatis syarat ini tidak berlaku.

Tanda Kedua: Mimpi Basah (Ihtilam) bagi Laki-laki dan Perempuan pada Umur 9 Tahun

Ihtilam yang dimaksud di sini adalah keluarnya air mani. Baik keluarnya melalui jalur yang natural (kemaluan) ataupun melalui jalur yang tidak biasa, ketika jalur biasa tersumbat. Baik keluarnya mani pada kondisi tidur atau terjaga.

Berbeda dengan syarat sebelumnya, yang menyatakan umur 15 tahun secara pasti (tahdidiyah), pada syarat kedua ini menurut Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshori dan Ibnu Hajar Al-Haitsami, batasan umur 9 tahun bersifat perkiraan (taqribiyah). Sedangkan menurut Khotib Asy-Syirbini dan Al-Baijuri bersifat tahdidiyah.

Jika anak kecil berusia 9 tahun kurang 3 hari dan keluar air mani darinya, maka menurut Syaikhul Islam dia sudah disebut baligh, karena batasan 9 tahun bersifat taqribiyah. Sedangkan menurut Khotib Asy-Syirbini belum baligh karena penetapan 9 tahun bersifat tahdidiyah.

Kasus: Jika seorang anak kecil berumur 9 tahun dan mimpi basah, namun sebelum air mani keluar dia menahannya, apakah dia dihukumi baligh?

Menurut Ibnu Hajar Al-Haitsami yang dinukil dalam Nailur Roja anak tersebut belum baligh, karena yang menjadi sebab (illat) hukum adalah keluarnya air mani, sedangkan ketika ditahan dan tidak keluar, maka illat hukumnya tidak terjadi sehingga hukumnya tidak ada. Adapun menurut Ar-Romli anak tersebut sudah baligh, hal ini dipilih oleh Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Kasyifatus Saja syarh Safinatun Naja.

Tanda Ketiga: Haidh bagi Wanita pada Umur 9 Tahun

BACA JUGA  Editorial: Corona, Iman, dan Imunitas Kita

Secara bahasa haidh artinya (سيلان) aliran. Adapun secara istilah adalah :

دم جبلة يخرج من أقصى الرحم المرأة على وجه الصحة في أوقات مخصوصة

Artinya, “Darah yang secara tabiat penciptaan keluar dari ujung rahim perempuan dalam kondisi sehat pada waktu-waktu khusus.

Untuk umur, batasannya bersifat taqribiyah (perkiraan) dengan batas kekurangan 16 hari dari 9 tahun. Misalnya seorang anak perempuan keluar darah pada umur 9 tahun kurang 7 hari. Maka hal tersebut dianggap sebagai tanda baligh, karena batasan umur 9 tahun bersifat taqribiyah bukan tahdidiyah.

Jika anak perempuan keluar darah sebelum umur 9 tahun, maka tidak dianggap sebagai haidh sehingga tidak menjadi tanda baligh.

Lantas bagaimana jika seorang anak perempuan hamil, apakah kehamilan bisa dijadikan sebagai tanda baligh? Jawabannya tidak. Justru kehamilan adalah sebagai tanda bahwa anak perempuan tersebut sudah keluar mani sebelum dia hamil. Maka yang dijadikan penanda bukan kehamilan tapi keluarnya mani darinya, karena kehamilan adalah tanda kalau seseorang sudah keluar air mani.

Wallahu a’lam bissowab

Sumber :

1. Kasyifatus Saja syarh Safinatun Naja karya Imam Nawawi Al-Bantani Al-Jawi

2. Nailur Roja bi syarhi Safinatun Naja karya Sayyid Ahmad bin Umar Asy-Syathiri

Disusun oleh : Miftahul Ihsan

 

 

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga