Khawatir Disalahgunakan, Kuwait Tarik Peredaran Obat Anti-Malaria Chloroquine

KIBLAT.NET, Dubai – Kementerian Kesehatan Kuwait memutuskan untuk menarik semua obat yang mengandung obat anti-malaria Hydroxychloroquine atau chloroquine dari apotek swasta. Peredaran dibatasi hanya di rumah sakit dan pusat kesehatan

“Keputusan itu dibuat untuk memperketat kendali atas distribusi obat-obatan dan untuk mencegah penyalahgunaan atau monopoli obat dan menjaga kesehatan pasien,” kata Wakil Menteri Kesehatan untuk Urusan Pengawasan Obat dan Makanan, Abdullah Al-Bader, sebagaimana laporan Kantor berita KUNA, Selasa (24/03/2020).

Plaquenil – yang merupakan nama merek untuk hydroxychloroquine- baru-baru ini disebut-sebut di media sebagai pengobatan yang menjanjikan untuk COVID-19. Namun, dokter mengatakan obat itu dapat menyebabkan efek samping yang serius atau overdosis tanpa bimbingan medis yang tepat.

Al-Bader menyatakan bahwa Plaquenil terdaftar di Kuwait untuk mengobati penyakit kekebalan tubuh seperti radang sendi, lupus dan alergi kulit. Ia menekankan bahwa Plaquenil tidak terdaftar dan disetujui sebagai obat untuk mengobati virus corona.

Perawatan ini saat ini digunakan sebagai pengobatan eksperimental dalam protokol untuk kasus-kasus tertentu pasien di bawah pengawasan staf medis khusus yang secara ketat mengikuti pasien dan memantau terjadinya gejala atau komplikasi yang merugikan selama masa pengobatan.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

10 Pelajaran Hidup dari Wabah Covid-19

Artikel - Selasa, 24/03/2020 11:30

Otoritas Gaza Umumkan Dua Kasus Positif Covid-19

Palestina - Ahad, 22/03/2020 08:37