Setahun Berlalu, Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Akhirnya Mengaku Bersalah

Foto: Brenton Tarrant, teroris pelaku penyerangan masjid di Christcurch, Selandia Baru

KIBLAT.NET, Christchurch – Pelaku pembantaian 51 jamaah di dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru akhirnya mengaku bersalah atas semua tuduhan. Padahal sebelumnya, pelaku yang tergabung dalam kelompok teroris supremasi kulit putih tersebut sempat menyangkal semua tuduhan di pengadilan.

Komisaris Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (26/03/2020)  mengatakan bahwa pelaku, Brenton Tarrant (29) telah mengaku bersalah di Pengadilan Tinggi Christchurch atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan tuduhan terorisme.

Setahun lalu, Benton Tarrant membantai 51 jemaah sholat Jumat di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood, Selandia Baru dengan menembaki mereka dengan senapan semi otomatis serta merekamnya secara live di media sosial. Peristiwa ini pun mengejutkan dunia. Bahkan Perdana Menteri, Selandia Baru, Jacinda Ardern menyebut tragedi tersebut sebagai hari terkelam dalam sejarah negerinya.

Dalam sidang yang dihadiri Tarrant secara virtual dari penjara itu, dua imam dari masjid Al-Noor dan Linwood juga terlihat hadir di ruang sidang sebagai perwakilan para korban.

“Sementara sidang putusan masih tertunda, pengakuan bersalah hari ini adalah tonggak penting dalam penghormatan atas salah satu hari terkelam kami,” kata pernyataan polisi.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa putusan pengadilan tidak akan dibacakan sebelum semua korban yang ingin hadir di persidangan dapat hadir.

“Karena epidemi COVID-19, itu tidak akan mungkin terjadi untuk beberapa waktu. Oleh karena itu terdakwa akan dikembalikan dalam tahanan sampai 1 Mei 2020,  untuk lebih lanjut Kepolisian akan meninjau apakah akan menetapkan tanggal hukuman atau memperpanjang masa tahanan,” tambahnya.

 

Sumber: AA

Editor: Guntur Aji

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga