Momen Hardiknas, PKS Beberkan Masalah Pendidikan di Indonesia

Foto: Jazuli Juwaini

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional untuk para pelajar, guru, dan pendidik di seluruh Indonesia. Terutama kepada mereka yang tulus mengabdi mencerdaskan generasi bangsa di tengah keterbatasan, pelosoknya medan, bahkan status honorer dengan gaji sangat kecil.

“Kepada mereka semua, Fraksi PKS DPR dan DPRD seluruh Indonesia menaruh hormat dan apresiasi yang tinggi. Dengan segala kerendahan hati itu semua menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas pendidikan nasional,” ungkap Jazuli kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Ahad (03/05/2020).

Anggota DPR Dapil Banten ini mengakui jika pendidikan nasional masih dihadapkan pada banyak permasalahan dan pekerjaan rumah. Bukan hanya dari aspek kualitas kurikulum yang mampu mencetak siswa didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Akan tetapi juga menyangkut kecukupan sarana prasarana, disparitas standar dan kualitas, angka putus sekolah, dan tidak kalah penting kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan,” tuturnya.

Ketua Fraksi PKS DPR ini mengatakan sikap Fraksinya sudah jelas dan tegas soal dunia pendidikan. Pertama, kurikulum harus mencerminkan visi pembentukan karakter siswa yang cerdas iptek, imtak, dan berwawasan kebangsaan.

“Di sini antara lain pentingnya pengajaran kembali nilai-nilai moral Pancasila dan pemerataan serta pemanfaatan teknologi informasi untuk tujuan kemajuan dunia pendidikan,” ulasnya.

BACA JUGA  Kemenag: Harus Ada Standar Imam Masjid

Kedua, untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dibutuhkan guru, pendidik, dan dosen yang terus meningkat kualitasnya dan terjamin kesejahteraannya. Di sini sikap Fraksi PKS tegas meminta negara mengangkat seluruh guru honorer.

“Meningkatkan tunjangan guru dan dosen. Serta membekali guru dengan pelatihan dan keterampilan (sertifikasi) yang menunjang profesionalismenya sebagai pendidik generasi bangsa,” ucapnya.

Poin ketiga, lanjut Jazuli, pendidikan berkualitas juga membutuhkan sarana prasarana yang memadai mulai dari kecukupan bahan ajar dan buku-buku, kelayakan sekolah dan ruang kelas, hingga kelengkapan yang layak bagi seluruh siswa didik. Dan hal itu harus dipenuhi secara merata hingga pelosok-pelosok daerah.

“Fraksi PKS sedih menemukan banyak sekolah tidak layak bahkan nyaris roboh di sejumlah daerah. Kontras sekali dengan kebanyakan sekolah di pusat kota dan pemerintahan. Hal ini harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah pusat, kementerian, dan pemerintah daerah,” katanya.

Terakhir, ia mendesak akses terhadap pendidikan harus terbuka luas bagi seluruh anak usia sekolah di seluruh Indonesia. Karena pendidikan adalah hak seluruh warga negara, hak anak-anak, dan negara wajib memenuhinya.

“Untuk itu Fraksi PKS tegas mendorong pemerintah menuntaskan program wajib belajar serta memperluas akses pendidikan melalui pendidikan gratis dan beasiswa hingga pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

CLOSE
CLOSE