Berjibaku Menuju “Kampung Vietnam”, Pemukiman Terisolir di Jakarta

Foto: Tim lembaga kemanusiaan One Care memberikan bantuan kepada warga kampung Vietnam.

KIBLAT.NET, Jakarta – Kawasan Cilincing, Jakarta Utara dikenal sebagai kawasan yang cukup padat. Pemukiman dan kawasan industri tersebar di setiap sudut wilayah dan terhubung satu sama lain. Namun siapa sangka, pada era keterbukaan ini masih terselip pemukiman terisolir dan tidak bisa diakses kendaraan yang terletak di dekat Rusunawa Nagrak, Marunda.

Dihuni oleh 12 kepala keluarga, kampung terisolir itu dikenal warga sebagai kampung Vietnam. Bukan karena penghuninya warga Vietnam, melainkan keberadaan kampung itu layaknya pengungsian yang dihuni oleh penyintas tanpa status kependudukan yang jelas.

Lembaga Kemanusiaan One Care bersama Rumah Qur’an Sahabat Ibaadurrahmaan berhasil menyusuri kampung Vietnam pada Ahad, 17 Mei 2020 untuk memberikan bantuan sembako. Informasi yang diperoleh, pemukiman warga ini tak pernah tersentuh oleh pemerintah pusat maupun daerah karena status kependudukan yang tidak jelas.

Di mana penduduknya merupakan pendatang dan telah menempati lahan kosong itu sejak puluhan tahun lalu. Selama itu pula, mereka tidak mendapatkan fasilitas publik seperti listrik dan akses jalan yang layak.

Untuk menuju lokasi, harus melintasi kawasan proyek tol Cibitung-Cilingcing. Sampai di sini, lebar jalan masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun itu baru setengah perjalanan, sisanya dilanjutkan dengan berjalan kaki melintas tanah kosong bertumbuhkan ilalang di pinggiran proyek tol.

Tidak ada tugu, tanda selamat datang atau penanda adanya pemukiman. Sampai di lokasi, tim hanya disambut oleh gubuk kayu reyot langsung. Gubuk itu memang agak terpisah dari gubuk-gubuk lain yang terbilang lebih rapat. Bagi penduduk Kampung Vietnam, gubuk itulah yang disebut rumah.

BACA JUGA  Kemendikbud Harus Perhatikan Lima Ini Jika Buka Sekolah Pertengahan Juli

Kontur tanah di area ini tidak rata, seperti lumpur yang kering. Bagi yang tidak biasa, harus lebih berhati-hati. Pemandangan yang kontras terlihat di belakang kampung ini. Gubuk-gubuk kayu reyot itu berlatarkan proyek Rusunawa Nagrak yang menjulang ke atas.

Melihat kedatangan One Care yang memikul sembako, satu-per satu warga keluar dari gubuk itu. Mereka terasa cukup bersahabat, tidak terlihat sungkan atau menjaga jarak dengan relawan.

Obrolan pun cair, untuk bertahan hidup mereka rupanya berkebun, nguli dan berternak memanfaatkan lahan yang ada. Sebagian besar warga kampung Vietnam terdiri dari wanita dan pria dewasa bahkan ada yang lansia. Ada beberapa anak yang One Care temukan di sana.

Sampai saat ini, keberadaan mereka masih jauh dari kata layak. Bila hujan tiba, tanah di area kampung berubah menjadi lumpur dan air pun tegenang karena tidak ada saluran. Menurut penuturan salah satu dari mereka, tinggal di sini merupakan pilihan terakhir. Karena tidak punya biaya untuk menyewa rumah atau pindah ke tempat yang lebih layak.

NB: Berita telah mengalami perubahan per tanggal 21 Mei 2020 pukul 20.43 WIB. Ada sedikit kesalahan informasi yang sampai kepada reporter kami. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Reporter: Muhammad Syafei
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

One comment on “Berjibaku Menuju “Kampung Vietnam”, Pemukiman Terisolir di Jakarta”

  1. Saya Cahyo Hudoyo, Lurah Semper Timur. Saya mau nanya ini di Semper Timur sebelah mana? Tidak ada Rusun atau apartemen di Semper Timur. Proyek tol juga belum mulai. Kemungkinan ini salah menyebutkan sebagai wilayah Semper Timur.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga