Masjid Al-Aqsa Direncanakan Buka Kembali Usai Idul Fitri

Foto: Kompleks Masjid Al-Aqsa di kota Al-Quds atau Yerusalem

KIBLAT.NET, Yerussalem – Masjid Al-Aqsa di Yerusalem atau Al-Quds akan dibuka kembali untuk jamaah Muslim setelah liburan Idul Fitri, dua bulan setelah ditutup karena pandemi. Demikian sebuah pernyataan dari badan pemerintahan Yerusalem.

“Dewan memutuskan untuk mencabut penangguhan terhadap jamaah yang memasuki Masjid Al-Aqsa yang diberkati setelah liburan Idul Fitri,” kata pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (18/05/2020) oleh  Dewan Wakaf Islam Yerusalem.

Dewan yang ditunjuk Yordania untuk mengawasi situs-situs Islam di kompleks suci itu merujuk pada liburan Idul Fitri tiga hari, yang diharapkan dimulai akhir pekan ini untuk menandai akhir bulan suci Ramadhan.

Masjid Al-Aqsa, situs paling suci ketiga Islam, ditutup pada bulan Maret untuk pertama kalinya setelah lebih dari 50 tahun sebagai bagian dari langkah-langkah di seluruh dunia untuk membendung penyebaran virus corona baru.

Pada 15 Maret, pejabat agama menutup Masjid dan Dome of The Rock, dan seminggu kemudian juga melarang jamaah berkumpul di daerah terbuka di kompleks puncak bukit suci, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount.

Tidak segera jelas apakah jamaah juga akan diizinkan kembali ke Al-Aqsa dan Dome of the Rock minggu depan.

Direktur masjid, Omar al-Kiswani, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ia berharap tidak ada batasan pada jumlah jamaah. Ia menambahkan bahwa badan pemerintahan akan mengumumkan “mekanisme dan langkah-langkah berikutnya”.

BACA JUGA  Operasi Makan Gratis Bersama GASS di Jakarta

Dia mengatakan akan merinci teknis untuk “memastikan kami tidak dikecam dengan dalih kami melanggar aturan kesehatan”.

Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, telah lama menjadi titik api dalam konflik Israel-Palestina.

Kompleks masjid itu berada di bawah pengawasan Yordania, negara tetangga, yang menguasai Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, hingga diduduki oleh Israel dalam Perang Enam Hari tahun 1967.

Pelonggaran Pembatasan

Dengan jumlah kasus COVID-19 yang menurun, wilayah Israel dan Palestina telah mengurangi pembatasan dalam beberapa hari terakhir.

Tembok Barat, situs paling suci di mana orang Yahudi diizinkan untuk berdoa, adalah salah satu dinding luar kompleks Masjid Al-Aqsa. Beberapa waktu lalu ditutup oleh otoritas Israel tetapi dibuka kembali awal bulan ini, meskipun dibatasi hanya 300 orang dalam satu waktu.

Secara total, Israel telah mencatat 16.650 infeksi virus corona dalam populasi sembilan juta, dengan 277 kematian.

Di pihak Palestina, kurang dari 400 kasus telah dikonfirmasi di Tepi Barat dan Gaza, yang memiliki populasi gabungan lebih dari 4,5 juta.

Pantai-pantai di Israel akan dibuka kembali mulai hari Rabu, dengan restoran dan bar akan diikuti mulai 27 Mei. Penerbangan juga akan dilanjutkan dari berbagai lokasi dalam beberapa minggu mendatang.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga