Rusia Mundur dari Pengaturan yang Cegah Penargetan Fasilitas Medis di Suriah

Foto: Rumah sakit darurat di Idlib hancur akibat serangan udara Rusia dan rezim Assad Mei 2019 [foto: AFP]

UutKIBLAT. NET, Moskow – Rusia pada Kamis (25/06/2020) mengumumkan mundur dari Pengaturan Sukarela yang dipimpin PBB. Pengaturan ini disepakati untuk melindungi rumah sakit dan pengiriman bantuan kemanusiaan di Suriah agar tidak menjadi sasaran serang pihak-pihak yang berkonflik.

Moskow mengambil langkah itu setelah penyelidikan internal PBB pada April yang menyimpulkan bahwa “sangat mungkin” pemerintah Suriah atau sekutunya melakukan serangan terhadap tiga fasilitas perawatan kesehatan, sebuah sekolah dan tempat penampungan anak-anak di barat laut negara itu, tahun lalu.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzia, menuduh “banyak kelompok oposisi dan teroris, melalui agen mereka” menyalahgunakan proses de-eskalasi untuk tujuan kemanusiaan. Dia mengatakan bahwa Rusia percaya bahwa PBB harus memberikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang Suriah.

“Kami tidak melihat penarikan itu sebagai ancaman bagi pekerja bantuan di lapangan jika informasi yang diberikan akurat dan dapat diandalkan,” katanya kepada Reuters.

Sebuah kampanye oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad terhadap para pemrotes yang menuntut demokrasi menyebabkan perang saudara di negaranya. Rusia memberikan dukungan militer kepada Suriah dalam konflik tersebut.

Rusia dan Suriah mengatakan pasukan mereka tidak menargetkan warga sipil atau infrastruktur sipil dan telah lama mempertanyakan sumber yang digunakan PBB untuk memverifikasi serangan.

Di bawah pengaturan PBB untuk mengurangi eskalasi, pihak-pihak yang bertikai diberi pengarahan tentang tempat-tempat fasilitas yang didukung oleh organisasi internasional dan tempat-tempat kemanusiaan lainnya seperti rumah sakit dan pusat kesehatan, dalam upaya untuk melindungi mereka. Namun, PBB mempertanyakan apakah ini membuatnya rentan terhadap penargetan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengkonfirmasi penarikan Rusia itu dalam sebuah memorandum ke lembaga bantuan yang dilihat oleh Reuters.

“Pada hari Selasa, 23 Juni, Federasi Rusia memberi tahu Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa mereka tidak lagi terlibat dalam sistem pelaporan kemanusiaan,” kata catatan itu.

“PBB prihatin tentang penarikan Federasi Rusia dari mekanisme pelaporan dan sedang memeriksa implikasi keputusan untuk pekerja bantuan dan operasi kemanusiaan di Suriah,” imbuh catatan itu.

Badan dunia mengatakan akan membahas situasi dengan Rusia.
Disebutkan dalam memo itu bahwa semua pihak dalam konflik, apakah mereka berpartisipasi dalam pengaturan sukarela untuk mengurangi eskalasi atau tidak berpartisipasi, masih terikat oleh hukum humaniter internasional.

“Jika Rusia berpikir ini akan membantunya lolos dari pertanggungjawaban atas kejahatan perang, mereka sepenuhnya salah … Kami dan kelompok lain akan terus menyelidiki dan mendokumentasikan pemboman yang disengaja rumah sakit dan kejahatan serius lainnya di Suriah,” kata Louis Charbonneau, direktur urusan PBB untuk Human Rights Watch.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

PBB Sebut MBS Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Arab Saudi - Senin, 13/07/2020 18:06