Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa Tolak Wacana Moderasi Ajaran Islam

KIBLAT.NET, Surabaya – Pemahaman terkait muncul dan berkembangnya ide atau wacana moderasi ajaran Islam yang digulirkan oleh Kemenag RI menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diikuti. Suatu ide atau teori tidaklah muncul begitu saja tanpa sejumlah asumsi dan presuposisi. Begitu pula gagasan pemikiran, tidak dapat lepas dari konteks peradaban yang melahirkannya.

Karenanya, Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) menggagas diskusi online bertajuk “Quo Vadis Moderasi Ajaran Islam, Agenda Siapa?” untuk yang ketiga kalinya melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube pada Ahad (26/07/2020).

FDMPB memberikan catatan penting setelah mengkaji secara mendalam dari sudut pandang keislaman dan keilmiahan intelektual. Berikut 7 poin utama pernyataan sikap yang diterima redaksi:

1. Menolak dengan tegas proses pengarusutamaan ide moderasi beragama, apabila dimaksudkan untuk mereduksi ajaran Islam yang mulia ini dan atau dengan maksud untuk melakukan deradikalisasi atas ajaran Islam dan umat Islam, sebagaimana yang selama ini gencar dikampanyekan oleh Barat terhadap dunia Islam.

2. Seluruh ajaran Islam adalah kebaikan, karena berasal dari Dzat Yang Maha Baik, yaitu Allah SWT, dan ajaran Islam adalah jalan hidup (way of life) dan sekaligus solusi (problem solving) bagi seluruh permasalahan umat manusia, baik muslim maupun non muslim, sebagaimana penegasan Allah SWT bahwa Islam adalah ajaran yang rahmatan lil ‘alamiin.

3. Merekomendasikan agar intelektual muslim mempertimbangkan dengan penuh kehati-hatian penggunaan berbagai terminologi baru yang tidak ditemukan penjelasannya dalam kitab-kitab turats (terdahulu) para ulama salafush shalih, baik dalam kitab-kitab mu’jam, fikih, atau lainnya seperti Islam moderat, radikalisme, ekstremisme, fundamentalisme, terorisme, dan sejenisnya tetapi di sisi lainnya menolak konsep atau terminologi yang dikenal dalam ajaran Islam seperti jihad fi sabilillah, kafir, khilafah dan sejenisnya. Karena hal itu sesungguhnya merupakan rancangan Barat, sebagai bagian dari ghazwul-fikr dan ghazwuts-tsaqafi.

4. Menyerukan kepada sesama intelektual muslim untuk melakukan penyadaran atas hal-hal fundamental dari ajaran Islam yang telah disalahpahami umat, sekaligus mengadvokasi pentingnya untuk kembali pada ajaran Islam yang kaffah dan berdimensi rahmatan lil ‘alamiin.

BACA JUGA  MUI: Kita Sambut Baik Hagia Sophia Difungsikan Jadi Masjid

5. Menyeru kepada seluruh intelektual muslim untuk menolak dan meminta dihentikannya seluruh program deradikalisasi, reduksi, diskriminasi, dan kriminalisasi ajaran Islam yang merupakan bentuk dari Islamofobia dan war on radicalism yang sejatinya adalah war on Islam.

6. Menyerukan kepada pemerintah agar kembali kepada aturan Allah dan Rasul-Nya dan menghentikan setiap upaya persekusi maupun kriminalisasi terhadap para intelektual, ulama dan para aktivis Islam yang mempunyai pemikiran kritis dan menyuarakan Islam yang sebenarnya.

7. Menyerukan kepada sesama intelektual muslim merapatkan barisan untuk mengedukasi masyarakat agar terikat kepada aturan Allah dan Rasul-Nya. Islam adalah ajaran yang rahmatan lil ’alamin yang akan membawa keberkahan, kedamaian, menyelamatkan umat manusia dan seluruh alam.

Dalam forum diskusi tersebut, turut hadirk para Profesor dan Doktor Muslim sebagai narasumber di antaranya Dr Fahmy Lukman, M.Hum (Direktur Institute of Islamic Analysis & Development – INQIYAD), Dr Ahmad Sastra, MM. (Dosen Filsafat Pascasarjana UIKA Bogor & Institut Al Zuhri Singapura), Prof. Dr. Syahidin, M.Pd (Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Pendidikan Indonesia/Ketua Dewan Pembina DPP ADPISI), Prof. Dr. Muhammad Adlin Sila, MA., Ph.D (Balitbang Diklat Kemenag RI/Ketua Tim Penyusun Buku Moderasi Beragama Kemenag RI), Dr Mu’inuddinillah Basri (Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta – DSKS), Dr. M. Yusran Hadi, Lc., MA. (Ketua MIUMI Aceh/Anggota Ikatan Ulama & Da’i Asia Tenggara, Dr. Fahrul Ulum, M.EI (Pengamat Pendidikan Islam), KH. Dr. Syahrir Nuhun, Lc., M.Th.I (Ulama Pakar Hadits/Alumni Universitas Al Azhar Kairo, Mesir), H. Nurhasan Zaidi, S.Sos.I (Fraksi Partasi Keadilan Sejahtera DPR-RI), Dr. Muchlis Hanafi, Lc., MA. (Kemenag RI/Tim Penyusun Buku Moderasi Beragama Kemenag RI), Dr. R. Ahmad Buchori, S.IP., M.Si (Dosen Pendidikan Agama Islam UNPAD Bandung).

BACA JUGA  Madina Cabang Palu Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Masamba

Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa persahabatan membuat diskusi menjadi menarik dan apik disajikan intelektual muslim yang peduli terhadap urusan dan kepentingan umat.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pengamat: Terorisme Atas Nama Agama Tak Hanya di Islam

Indonesia - Selasa, 11/02/2020 17:21

INSISTS: Islam Juga Dipecah Belah Melalui Istilah

Indonesia - Sabtu, 08/02/2020 11:30