Nol Infeksi Virus saat Saudi Gelar Umrah Perdana

Foto: Jamaah berkunjung ke Baitullah di Mekkah, Arab Saudi.

KIBLAT.NET, Mekkah – Kementerian Haji dan Umrah Saudi, Ahad lalu mengungkapkan keberhasilan pelaksanaan umrah hari pertama, yang dilanjutkan sekitar tujuh bulan setelah ditangguhkan karena wabah virus corona baru.

Tidak ada infeksi atau pelanggaran kesehatan yang dilaporkan pada hari pertama dimulainya kembali haji di kota suci Mekkah. Arab Saudi telah mengizinkan warga dan penduduk untuk mulai melakukan umrah pada hari Ahad dengan kapasitas 30 persen, atau 6.000 jemaah sehari. Selanjutnya akan terbuka untuk Muslim dari luar negeri mulai 1 November.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mashat mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa semua pihak berwenang yang terlibat dalam penyelenggaraan Umrah telah berhasil melaksanakan rencana ini di tengah pandemi.

“Nol infeksi yang dilaporkan sebagai keberhasilan upaya ini dan langkah-langkah kesehatan ketat yang telah diadopsi sejak jamaah haji tiba di lima pusat pertemuan,” tambahnya.

“Organisasi inilah yang memungkinkan hari pertama umrah berlangsung dengan lancar dan tenang,” lanjutnya.

Mengorganisir jamaah di pusat pertemuan memungkinkan penyelenggara untuk memverifikasi izin mereka secara akurat dan melacak mereka selama tinggal di Mekkah. Usai cek kesehatan di panti, jamaah dipandu menuju Masjidil Haram, didampingi oleh seorang pemandu kesehatan.

Mashat mengatakan lebih dari 200.000 izin umrah telah diproses dan dikeluarkan. Pihak berwenang tidak akan berhenti mengeluarkannya sampai jumlah jamaah yang diizinkan tercapai. Umrah diatur untuk kembali ke kapasitas operasional penuh dalam tiga tahap.

Pejabat itu mengatakan tahap pertama adalah 1.000 jamaah dan akan diperpanjang hingga 14 hari. Setelah itu, 15.000 jemaah akan ditampung setiap hari selama dua minggu lagi. Kapasitas operasi akan pulih sepenuhnya setelah empat minggu. Ini semua tergantung pandemi.

Juru bicara resmi otoritas kesehatan Makkah Hamad al-Otaibi mengatakan jika dugaan infeksi terdeteksi, maka jemaah haji akan dirujuk ke pusat kesehatan terdekat tempat ia akan menjalani tes.

Presidensi Umum untuk urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi para peziarah. Sekitar 400 pekerja dikerahkan untuk mendisinfeksi Masjidil Haram 15 menit setelah setiap gelombang jamaah keluar dari tempat itu, yang berarti bahwa mereka akan membersihkan daerah itu sepuluh kali per hari.

Sembilan ratus liter hand sanitizer dan 1.000 liter karpet serta 25.000 liter disinfektan permukaan akan digunakan setiap hari selama fase pertama ibadah haji.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

CLOSE
CLOSE